Cari Di Blog Ini

Thursday, May 4, 2017

Penghargaan Adiwiyata Hanya Untuk Sekolah yang Peduli Lingkungan Hidup

SERANG, (KB).- Pemberian penghargaan adiwiyata kepada sekolah oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) diberikan bagi sekolah yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan berbudaya lingkungan. Pemberian penghargaan ini diberikan setelah sebeleumnya sekolah mendapatkan pembinaan.  Kasi Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Sam’ani mengatakan, sekolah turut andil dalam membentuk nilai-nilai kehidupan. Sekolah-sekolah yang telah melaksanakan program adiwiyata berhak untuk mendapatkan penilaian dan selanjutnya diberikan penghargaan yang diberikan secara berjenjang.

“Warga sekolah harus punya komitmen untuk berprilaku peduli dan berbudaya lingkungan. Dan sasaran Adiwiyata adalah lingkungan pendidikan formal setingkat SD, SMP, SMA. Kriteria penilaian penghargaan meliputi 4 aspek, yakni aspek kebijakan sekolah berbasis lingkungan hidup, aspek kegiatan lingkungan di sekolah berbasis partisipatif. Kemudian juga aspek pengelolaan sarana dan prasarana pendukung sekolah yang ramah lingkungan,”katanya saat dihubungi. Jumat (29/12/2017).

Ia menuturkan untuk mewujudkan masyarakat sekolah yang peduli dan berbudaya dengan menciptakan kondisi yang lebih baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian Lingkungan Hidup. “Penghargaan tingkat adiwiyata kab/kota diberikan oleh bupati/walikota. Adapun untuk penghargaan adiwiyata tingkat provinsi diberikan oleh gubernur. Untuk tingkat nasional, penghargaan adiwiyata diberikan oleh menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Adapun sekolah yang memiliki minimal 10 sekolah binaan akan mendapatkan adiwiyata mandiri dan penghargaan diberikan oleh Presiden,”katanya. Ia mengatakan penghargaan adiwiyata tingkat nasional diberikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kepada sekolah-sekolah yang telah meraih penghargaan adiwiyata tingkat kab/kota dan adiwiyata tingkat provinsi.

“Dari 30 sekolah yang diajukan hanya 15 Sekolah yang lolos dan pendapatkan penghargaan dan menjadi sekolah adiwiyata nasional tahun ini. Sekolah-sekolah lain diberi tahu mungkin ada yang belum siap. Ada juga sekolah yang masih sibuk dengan kegiatan lain yang ada di sekolah. Untuk bisa mengikuti sekolah adiwiyata tentu butuh persiapan dan dukungan dari warga sekolah. Penilaiannya dari adminstratif dan penilaian lain. Dilakukan seleksi oleh tingkat provinsi sebelum nantinya di periksa oleh tim adiwiyata tingkat nasional,” katanya.

Ia mengatakan dari 8 kab/kota hanya 5 kab/kota yang mewakili sekolah adiwiyata. Untuk kabupaten Serang, SMPN1 Kragilan, SMPI Nurul Fikri Boarding School. SMAN 1 Kramatwatu. Kota Tangerang, SDN Gondrong 2, SDN Gondrong 3, SDN Kebon Besar 1, SDN Kebon Besar 2, SDN Gebang Raya. Kota Tangerang Selatan SDI Al Azhar 15 Pamulang, SMPI Amalina, SMAN 1. Kabupaten Lebak, SMPN 1 Cimarga, SMAN 1 Banjarsari. Kota Cilegon SMPN 6 Cilegon.

“Dari 44 sekolah adiwiyata, 15 sekolah ketingkat nasional.dan 5 sekolah ke tingkat mandiri. Kami berharap setiap sekolah dapat ikut serta dalam program adiwiyata. Untuk sekolah yang belum lulus bisa semangat lagi untuk mengikuti sekolah adiwiyata tahun depan. karena program ini untuk mencintai lingkungan dan menjaga lingkungan dengan adanya di sekolah tentu dapat memberikan kenyamanan dalam belajar,”tuturnya. (DE)

Sumber : kabarbanten.com

Extra Ads