Kata Sulawesi, Berharap Gubernur NTB TGB MZM jadi Presiden RI - SENYUM MEREKA

Kata Sulawesi, Berharap Gubernur NTB TGB MZM jadi Presiden RI

Gubernur Santun dengan Bupati

Fakta ini berasal dari oleh-oleh sahabat saya, M. Nurjihadi saat pulang dari Sulawesi Selatan. Sebenarnya cari oleh-oleh baju atau yang khas dengan SulawesiπŸ˜“πŸ˜‘πŸ˜‡, tapi sayang, yang didapatkan hanya cerita ini saja. Laguk, demen kita dengar.

Pemuda asal Pengekelak Mas ini  mengembara ke provinsi pemilik pantai Losari itu dalam rangka menjalankan tugas mengikuti training sosial media. Ia di utus Kwarcab Lombok Timur dan disupport oleh JuwiterπŸ‘ƒπŸ‘ƒπŸ‘ƒ

Diceritakannya, bahwa ada seorang teman yang pernah menumpangi mobil trevel di Belitar. Tiba-tiba sopir mobil tersebut menyebut Tuan Guru Bajang, Gubernur NTB itu lo, yang ganteng itu lo.πŸ’”πŸ’“πŸ’–πŸ’—πŸ’πŸ’Ÿ.

" Gubernur NTB itu hebat ya.. saya kagum sama dia, selain menjadi pemimpin daerah yang berprestasi, dia juga seorang hafiz (penghafal al-Qur’an.red) yang cerdas. andaikan dia calon presiden RI saya akan menunjukan rasa kekaguman atas kecerdasan dan prestasinya," katanya menirukan kata sopir sebagaimana ditulis juga di facebooknya oleh Muh. Nurjihadi yang populer dengan panggilan R-Ji

Mereka berbicara banyak di dalam mobil. Seolah mengkampanyakan putra Lombok itu. Sopir itu terlihat bangga menyebut nama Tuan Guru Bajang. Asal Lombok itu lo, Lombok Timur guys, hehe. Ikut bangga jadinya.πŸ‘ˆπŸ‘‰πŸ‘

Selain itu, Kata R-Ji, ia menjumpai masyarakat di sepanjang perjalanan dari Makasar hingga Ke kabupaten Wajo Sulawesi selatan. Mereka yang di jumpainya menyebut Gubernur NTB dengan Tuan Guru Bajang dan prestasinya, prestasi yang mereka ketahui itupun beragam.
Contohnya, “ini juga secara tiba-tiba, sebelumnya saya tidak terpikir itu,” kata R-Ji. Selain di Belitar, MasyarakatWajo, Sulawesi Selatan, TGB juga jadi bahan pembicaraan. "Kalau saja orang Lombok itu maju menjadi presiden RI saya udah yang pertama untuk mencoblosnya karena kepala daerah seperti beliau itu sangat langka bahkan belum kita temukan yang mirip seprrti dia di Negara ini,"semangatnya


Padahal, lanjut R-Ji yang baru sadar bahwa Lombok populer juga lo. “Saat itu saya tidak bicara soal Gubernur tapi malah dia mengalihkan topik ke arah itu dengan semangat ingin melihatnya sebagai orang nomor satu di Negeri ini,” kata R-Ji mengeluarkan kalimat patriotismenya.
Disamping itu, seorang teman saya mencoba mematahkan semangatnya bahwa untuk menjadi Presiden itu harus orang Jawa. “Tapi apa tanggapannya?” nada tanya keluar.
Ia mengatakan itu tidak mungkin. Berapa sih jumlah orang jawa kalau dibandingkan dengan daerah lain, ayo itung kalau semua daerah dan nusantara ini bersatu untuk mendukungnya." kata seoarang di kawasan Wisata Wajo propinsi Sulawesi Selatan tepatnya pada  27/10/2016.


“Tadinya sih biasa aja dengar orang luar daerah mengagumi sosoknya tapi hampir di seluruh Nusantara hingga di pelosok menyebut Sosok Gubernur NTB bahkan Dunia pun tidak asing dengan M.zainul Majdi. Nah jadi karena saking populernya Nama Gubernur ini sehingga saya ceritakan dgn singkat disini sambil nunggu waktu jumatan.
Catatan saya terakhir, orang dari luar NTB saja sengat semangat untuk mendukung TGB untuk Presiden RI apalagi kita asli NTB pasti dukung kan? hehe.” tutup R-Ji diakunnya.
Lain R-Ji lain pula Dachlan Iskan, (Jelas dong Ah 😜). Pemilik Jawa Post Group juga pernah menulis tentang sosok Tuan Guru Bajang (TGB), Muhammad Zainul Majdi (MZM) sebagaimana yang dikutip dari berbagai media. Berikut bunyi tulisan itu ;


Tuan Guru dengan Masa Depan Panjang
Oleh : Dachlan Iskan


“Inilah gubernur yang berani mengkritik pers. Secara terbuka. Di puncak acara Hari Pers Nasional (HPN) pula. Di depan hampir semua tokoh pers se-Indonesia. Pun, di depan Presiden Jokowi segala. Di Lombok. Tanggal 9 Februari lalu.

Inilah gubernur yang kalau mengkritik tidak membuat sasarannya terluka. Bahkan tertawa-tawa. Saking mengenanya.

Dan lucunya. ”Yang akan saya ceritakan ini tidak terjadi di Indonesia,” kata sang gubernur. ”Ini di Mesir.”
Sang gubernur memang pernah bertahun-tahun bersekolah di Mesir. Di universitas paling hebat di sana: Al Azhar. Bukan hanya paling hebat, tapi juga salah satu yang tertua di dunia.

Dari Al Azhar pula, sang gubernur meraih gelar doktor. Untuk ilmu yang sangat sulit: tafsir Alquran. Inilah satu-satunya kepala pemerintahan di Indonesia yang hafal Alquran. Dengan artinya, dengan maknanya, dan dengan tafsirnya.

Mesir memang mirip dengan Indonesia. Di bidang politik. Dan persnya. Pernah lama diperintah secara otoriter. Lalu, terjadi reformasi. Bedanya: Demokrasi di Indonesia mengarah ke berhasil. Di Mesir masih sulit ditafsirkan.

”Di zaman otoriter dulu,” ujar sang gubernur di depan peserta puncak peringatan Hari Pers Nasional itu, ”tidak ada orang yang percaya berita koran.” Gubernur sepertinya ingin mengingatkan berita koran di Indonesia pada zaman Presiden Soeharto. Sama. Tidak bisa dipercaya. Semua berita harus sesuai dengan kehendak penguasa.

”Satu-satunya berita yang masih bisa dipercaya hanyalah berita yang dimuat di halaman 10,” ujar sang gubernur.
Di halaman 10 itulah, kata dia, dimuat iklan dukacita. Gerrrrrrr. Semua hadirin tertawa. Termasuk Presiden Jokowi. Tepuk tangan pun membahana.

Bagaimana setelah reformasi, ketika pers menjadi terlalu bebas? ”Masyarakat Mesir malah lebih tidak percaya,” katanya. ”Semua berita memihak,” tambahnya. ”Halaman 10 pun tidak lagi dipercaya,” guraunya. Meski hadirin terbahak lebih lebar, sang gubernur masih perlu klarifikasi. ”Ini bukan di Indonesia lho, ini di Mesir,” katanya.

Hadirin pun kian terpingkal. Semua mafhum. Ini bukan di Mesir. Ini di Indonesia. Juga.

 Saya mengenal banyak gubernur yang amat santun. Semua gubernur di Papua termasuk yang sangat santun. Yang dulu maupun sekarang. Tapi, gubernur yang baru mengkritik pers itu luar biasa santun. Itulah gubernur Nusa Tenggara Barat: Tuan Guru Dr KH Zainul Majdi. Lebih akrab disebut Tuan Guru Bajang.

Gelar Tuan Guru di depan namanya mencerminkan bahwa dirinya bukan orang biasa. Dia ulama besar. Tokoh agama paling terhormat di Lombok. Sejak dari kakeknya. Sang kakek punya nama selangit. Termasuk langit Arab: Tuan Guru Zainuddin Abdul Majid.

Di Makkah, sang kakek dihormati sebagai ulama besar. Buku-bukunya terbit dalam bahasa Arab. Banyak sekali. Di Mesir. Juga di Lebanon. Jadi pegangan bagi orang yang belajar agama di Makkah.

Sang kakek adalah pendiri organisasi keagamaan terbesar di Lombok: Nahdlatul Wathan (NW). Setengah penduduk Lombok adalah warga NW.

Di Lombok, tidak ada NU. NU-nya ya NW ini. Kini sang cuculah yang menjadi pimpinan puncak NW. Dengan ribuan madrasah di bawahnya.

Maka, pada zaman demokrasi ini, dengan mudah Tuan Guru Bajang terpilih menjadi anggota DPR. Semula dari Partai Bulan Bintang. Lalu dari Partai Demokrat. Dengan mudah pula dia terpilih menjadi gubernur NTB. Dan terpilih lagi. Untuk periode kedua sekarang ini.

Selama karirnya itu, Tuan Guru Bajang memiliki track record yang komplet. Ulama sekaligus umara. Ahli agama, intelektual, legislator, birokrat, dan sosok santun. Tutur bahasanya terstruktur. Pidatonya selalu berisi. Jalan pikirannya runtut.

Kelebihan lain: masih muda, 43 tahun. Ganteng. Berkulit jernih.

Wajah berseri. Murah senyum. Masa depannya masih panjang.

Pemahamannya pada rakyat bawah nyaris sempurna.

 ”Bapak Presiden,” katanya di forum tersebut, ”saya mendengar pemerintah melalui Bulog akan membeli jagung impor 300.000 ton dengan harga Rp 3.000 per kg.”

Lalu, ini inti pemikirannya: Kalau saja pemerintah mau membeli jagung hasil petani NTB dengan harga Rp 3.000 per kg, alangkah sejahtera petani NTB. Selama ini, harga jagung petani di pusat produksi jagung Dompu, Sumbawa, NTB, hanya Rp 2.000 sampai Rp 2.500 per kg.

Sang gubernur kelihatannya menguasai ilmu mantiq. Pelajaran penting waktu saya bersekolah di madrasah dulu. Pemahamannya akan pentingnya pariwisata juga tidak kalah.

 ”Lombok ini memiliki apa yang dimiliki Bali, tapi Bali tidak memiliki apa yang dimiliki Lombok,” moto barunya. Memang segala adat Bali dipraktikkan oleh masyarakat Hindu yang tinggal di Lombok Barat.

Demikian juga pemahamannya tentang vitalnya infrastruktur. Dia membangun by pass di Lombok. Juga di Sumbawa.

Dia rencanakan pula by pass baru jalur selatan. Kini sang gubernur lagi merancang berdirinya kota baru. Kota internasional. Di Lombok Utara.

Sebagai gubernur, Tuan Guru Bajang sangat mampu. Dan modern. Sebagai ulama, Tuan Guru Bajang sulit diungguli. Inikah sejarah baru? Lahirnya ulama dengan pemahaman Indonesia yang seutuhnya?

    ~~~Dahlan Iskan~~~

Demikianlah beragam dukungan orang luar NTB terhadap putra NTB dari Pancor itu.
Woow. Jadi enggak sabar pingin punya Presiden dari NTB (mz)
<![endif]-->
Powered by Blogger.