Cari Di Blog Ini

Saturday, November 11, 2017

4 Tokoh Yang Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional di Tahun 2017

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar pahlawan kepada empat tokoh Indonesia. Upacara penganugerahan gelar pahlawan itu digelar di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/11/2017). Penganugerahan gelar pahlawan itu tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 115 TK Tahun 2017 tanggal 6 November 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

Keempat tokoh yang mendapat gelar pahlawan berasal dari empat provinsi yang berbeda. Mereka adalah almarhum TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dari Provinsi Nusa Tenggara Barat, almarhumah Laksamana Malahayati dari Provinsi Aceh, almarhum Sultan Mahmud Riayat Syah dari Provinsi Kepulauan Riau, dan almarhum Lafran Pane dari Provinsi DI Yogyakarta.

Semua plakat tanda jasa dan penghargaan gelar pahlawan nasional diberikan oleh Presiden Jokowi kepada para ahli waris. Kepala Biro Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan Laksma TNI Imam Supriyatno mengatakan, penganugerahan gelar pahlawan nasional ini memperhatikan petunjuk Presiden. Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan berpedoman pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Pasal 26 tentang syarat khusus untuk gelar diberikan kepada seorang yang telah meninggal dan semasa hidupnya melakukan sejumlah hal. Pertama, pernah memimpin dan melaksanakan perjuangan bersenjata atau perjuangan politik atau perjuangan dalam bidang lain untuk mencapai, merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan, serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Kedua, tidak pernah menyerah pada musuh dalam perjuangan.

Ketiga, melakukan pengabdian dan perjuangan yang berlangsung hampir sepanjang hidupnya dan melebih tugas yang diembannya. Keempat, pernah melahirkan gagasan atau pemikiran besar yang dapat menunjang pembangunan bangsa dan negara. Kelima, pernah menghasilkan karya besar yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas atau meningkatkan harkat martabat bangsa.

Keenam, memiliki konsistensi jiwa dan semangat kebangsaan yang tinggi., Terakhir, melakukan perjuangan yang mempunyai jangkauan luas dan berdampak nasional.

Penulis Ihsanuddin
Editor Sandro Gatra

Artikel ini telah tayang di Kompas.com Klik Subernya Disini

Wednesday, November 8, 2017

Ini dia Warisan Termahal Pahlawan Nasional Maulana Syaikh TGKH Zainuddin Abdul Majid

Sebanyak apapun jumlah bangunan peninggalan pahlawan Nasional Maulana Syaikh TGKH Zainuddin Abdul Majid?

Setinggi apapun jabatan para alumni pendidikan yang ditinggalkan Pahlawan Nasional Maulana Syaikh TGKH Zainuddin Abdul Majid

Seluas apapun dikenalnya nama Nahdlatul Whatan peninggalan al-Magfurlah, Pahlawan Nasional Maulana Syaikh TGKH Zainuddin Abdul Majid




Semahal apapaun harga asset peninggalan Pahlawan Nasional Maulana Syaikh TGKH Zainuddin Abdul Majid

Maka tetap yang termahal adalah Shalawat Nahdlatain.


al-Magfurlah Maulana Syaikh. Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani mengungkapkan dalam kitabnya bahwa "Kunci segala rahasia bersumber pada bacaan shalawat kepada Rasulullah SAW".

Oleh sebab itu, sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT atas rahmatnya yang sudah menurunkan rahmatal lil alamin,  yaitu Rasululullah SAW, dalam rangka menyambut penganuggarahan gelar Pahlawan Nasional untuk guru kita Maulana Syaikh TGKH Zainuddin Abdul Majid, saya ingin mengatakan bahwa warisan termahal Pahlawan Nasional Maulana Syaikh TGKH Zainuddin Abdul Majid adalah Shalawat Nahdltain.

al-Magfurlah Maulana Syaikh. Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-HasaniWarisan  yang tak ternilai harganya dibandingkan dengan sesuatu apapun, yaitu warisan mengamalkan Sholawat setiap kali melakukan kegiatan apapun khususnya membaca Sholatun Nahdlatain,

Mengapa. karena Sholawat Nahdlatain sendiri adalah Sholawat yang dikarang oleh pendiri Nahdlatul Wathan. Beliau mengarangnya di depan makam baginda Rasulullah SAW. Sholawat ini diberi nama Nahdlatain karena di dalam sholawat ini terdapat do'a yang diperuntukkan untuk dua buah lembaga yang didirikannya yaitu NWDI (Nahdlatul Wathan Diniyyah Islamiyyah) dan NBDI (Nahdlatul Banat Diniyyah Islamiyyah).




Sholawat ini berisikan sholawat terkhusus kepada Nabi Muhammad SAW, kemudian kepada semua para nabi dan rasul dan para keluarga serta sahabat mereka. Kemudian dilanjutkan dengan doa untuk NWDI & NBDI, setelah itu dilanjutkan lagi dengan doa untuk kemaslahatan semua pihak, untuk semua kaum muslimin dan muslimat.

Shalawat ini disusun pada tahun 1947/1366 H, ketika beliau mendapat tugas dari pemerintah untuk menjadi Amirul Hajj dari NIT (Negara Indonesia Timur). Proses penyusunan shalawat Nahdlatan ini berawal dari inspirasi yang muncul pada diri beliau ketika berada di Rhaudhah ( makam Rasulullah SAW) di Madinah. Pada saat itu ada beberapa ulama yang berasal dari Mesir, Baghdad, dan lain-lain, ramai-ramai membaca berbagai  model dan variasi shalawat yang dipersembahkan kepada Rasulullah SAW.

Melihat seperti itu, maka beliau terinspirasi pula untuk membuat sebuah kenang-kenangan dalam bentuk shalawat, beliau kemudian  mengambil secarik kertas untuk mengorek bunyi atau lafazh shalawat tersebut. Sambil berdiri, duduk, berdiri, duduk mengoreksi dan meluruskan kalimatnya, maka dalam waktu singkat itu tersusunlah shalawat tersebut dengan rapi.

Sekembalinya dari Raudhah, beliau membawa dan menyodorkan susunan shalawat tersebut kepada gurunya Syeikh Hasan Muhammad Al-Masysyath. Begitu teks shalawat itu diterima, sang guru spontan tersenyum, merasa senang dan gembira melihat hasil karya dari murid kesayangannya.

Menurutnya, tersenyumlah Syeikh Hasan Al-Masysyath melihat shalawat ini, merasa kagum terhadap untaian shalawat tersebut, yang di dalamnya terdapat tiga hal penting.

Pertama, di dalam shalawat ini terdapat kalimat “Bika” (dengan berkat kebesaran-Mu). Jadi, dengan secara langsung bertawasshul kepada Allah SWT tanpa perantara yang lain.

Kedua, dalam shalawat ini, bershalawatnya untuk seluruh Nabi dan Rasul, tidak hanya bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW saja, dengan kalimat yang mengatakan “Wa ‘Alaa Saairi al-Anbiyai Wa al-Mursaliin” (seluruh Nabi dan Rasul).

Ketiga, dalam shalawat ini TGKH Muhammad Zanuddin Abdul Madjid tidak lupa mendo’akan perjuangannya dengan kalimat yang mengatakan “Wa an Tu’ammira Nahdlah al-Wathani Wa Nahdlah al-Banati bi Furu’ihima Ila Yaumiddin” (Semoga Engkau waha Allah SWT berkenan memakmurkan NWDI dan NBDI, serta cabang-cabangnya sampai hari kemudian).




Selain ketiga hal yang menjadi kekaguman Syeikh Hasan Muhammad Al-Masysyath di atas, shalawat ini juga berisikan sejumlah permohonan (baca: do’a) kepada Allah SWT, yakni permohonan akan pertolongan Allah dalam menghadapi segala macam problematika kehidupan, terbukanya rahmat dan berkah dari Allah SWT, memohon rizki yang banyak, pemeliharaan dari segala macam bala atau bahaya, serta ampunan (maghfirah) dari Allah SWT atas segala noda dan dosa, sehingga pada saat meninggalkan dunia yang fana ini seseorang dapat meninggal dalam keadaan bersih

Sungguh begitu indah dan mempesona sebuah susunan shalawat yang telah ia susun dalam rangka mendo’akan segala yang memiliki keterkaitan dalam kehidupan baik dalam alam nyata maupun kasat mata. Terbukti bahwa seorang maha guru yang amat sayang kepadanya tersenyum kagum terhadap shalawat yang telah ia persembahkan untuk Allah SWT, Seluruh Nabi dan Rasul, dan untuk perjuangannya beserta cabang-cabangnya di mana saja berada hingga hari kiamat.

Dari Berbagai Sumber :

Wednesday, November 1, 2017

Manfaat Membaca Shalawat Nahdlatain, Warisan Pahlawan Nasional

Shalawat yang merupakan warisan pahlawan nasional yang kami maksudkan disini adalah Shalawat Nhadlatain. Baca DISINI. Namun, Manfaat yang kami hadirkan disini adalah Manfaat Shalawat secara keseluruhan, agar kita tidak mengagungkan karya manusia.

Yang boleh kita agungkan adalah Allah Subhanahu Wataala yang sudah memberikan hidayahnya untuk yang diberikan kemampuan menyusun shalawat ini.

Shalawat kepada Nabi merupakan salah satu bentuk ibadah yang agung. Ketika kita sampaikan terima kasih kita atas Nabi dengan cara bershalawat kepadanya, maka jutaan malaikat juga ganti mendoakan kita. Suatu hari, Rasulullah SAW datang dengan wajah berseri-seri dan bersabda yang artinya :

Baca Juga

Makalah Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup Oleh Masyarakat dan Pemerintah   

Melestarikan dan Mencegah Kerusakan Lingkungan Hidup   

Kerusakan dan Pelestarian Lingkungan Hidup - BAHAN MAKALAH   

Lingkungan Hidup dan Permasalahannya

Pengertian Lingkungan Hidup Secara Umum

Dasar Hukum Pelestarian Lingkungan


“Malaikat Jibril datang kepadaku dan berkata, ‘ Sangat menyenangkan untuk engkau ketahui wahai Muhammad bahwa untuk satu Shalawat dari seseorang umatmu akan kuimbangi dengan sepuluh doa baginya dan sepuluh salam bagiku akan kubalas dengan sepuluh salam baginya. ‘” ( HR. An-Nasa’i).

Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda,

“Jika orang bershalawat kepadaku, maka malaikat juga akan medoakan keselamatan baginya, untuk itu bershalawatlah, baik sedikit ataupun banyak. “ ( HR. Ibnu Majah dan Thabrani).

Berdasarkan hadits-hadits riwayat tersebut, dapat diketahui bahwa membaca shalawat atas Nabi mempunyai banyak manfaat dan kebaikan. Berikut ini ulasan selengkapnya :


1. Lebih diutamakan pada Hari Kiamat


Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW yakni :

“ Sesungguhnya lebih utama bagiku manusia besok pada hari kiamat, adalah mereka yang lebih banyak membaca Shalawat kepadaku.“ (HR. Turmudzi dari Ibn’ Mas’ud Ra)

2. Mengundang Datangnya Karunia dan Nikmat-Nikmat dari Allah SWT


Doa dan permohonan memiliki pengaruh signifikan dalam mengundang datangnya karunia dan nikmat-nikmat Allah SWT. Shalawat adalah doa. Dengan bershalawat, secara tidak langsung kita telah mengundang datangnya karunia dan nikmat-nikmat dari Allah, Sang Pemberi Nikmat.

3. Mendapatkan Kebanggaan


Rasulullah SAW merasa senang dengan shalawat tersebut, sebagaimana beliau telah bersabda :

“Sesungguhnya aku membanggakan adanya kalian kepada umat-umat yang lainnya.“

Sebagai umat yang dibanggakan, selayaknyalah kita mencintai beliau, selalu menyebut namanya dan bershalawat untuknya.

4. Lebih Dekat kepada Allah SWT


Pernah suatu ketika, sebagaimana diwahyukan Allah SWT kepada Rasulullah SAW, Allah bertitah pada Nabi Musa as :

“Wahai Musa, apakah kamu ingin agar Aku lebih dekat kepadamu daripada kedekatan ucapan kepada lidahmu, daripada bisikan hatimu dari hatimu sendiri, daripada ruhmu ke badanmu dan daripada cahaya matamu pada matamu ?“

Musa as. pun menjawab :

“ Ya, wahai Tuhanku. “ Lalu Tuhan berfirman : “ Maka perbanyaklah membacakan shalawat untuk Muhammad SAW. “

5. Diangkat Baginya Sepuluh Derajat dan Dihapus Darinya Sepuluh Keburukan


Abas bin Malik berkata, telah bersabda Rasulullah SAW :

“Barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali, niscaya Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali da dihapus darinya sepuluh kesalahAn, diangkat baginya sepuluh derajat.“ (HR. An-Nasa’I no. 1296)

6. Shalawat menjanjikan sebaik-baik tempat kembali bagi yang mengamalkannya dan memberikan kesuksesan dengan pahala yang melimpah.

7. Shalawat merupakan amal yang paling mudah terkabul, membuat kondisi hati menjadi bersih, dan melalui shalawat barokah-barokah diturunkan dan doa-doa dikabulkan.

8. Dengan shalawat seseorang bisa mencapai kerelaan Tuhan Yang Maha Pengasih.

9. Dengan shalawat seseorang mendapatkan kebahagiaan dan kepuasan lahir bathin, diampuni dosa-dosanya, serta mampu menapak tangga menuju tingkatan tertinggi.

10. Dalam sebuah hadits diriwayatkan bahwa shalawat dapat menyamai pahala ibadah memerdekakan budak.

11. Orang yang selalu memperbanyak bacaan shalawat untuk Nabi akan mendapat penghargaan terbesar, yaitu Nabi akan hadir disisinya pada saat ia sedang menghadapi sakaratul maut.

12. Shalawat dapat mendatangkan istri yang banyak dan istana-istana di surga.


13. Beberapa shalawat memiliki manfaat khusus dalam setiap pembacaannya. Seperti shalawat Munjiyat, shalawat ini bermanfaat untuk menolak segala macam bencana dan pemenuhan segala hajat yang tergolong besar bahkan mendesak, tentunya dengan tata cara tertentu.

14. Menyalahi perbuatan orang-orang munafik dan orang-orang kafir.

15. Allah SWT telah memerintahkan dan memotivasi kita untuk bershalawat atas Nabi, sebagai penghormatan dan penghargaan atas beliau.

Begitu istimewanya kedudukan Nabi Muhammad SAW, sehingga siapapun yang membaca dan mengamalkan shalawat atasnya akan diberikan manfaat yang dapat menuntun kita kejalan kebaikan. Semoga manfaat membaca shalawat ini dapat menjadikan kita, pribadi yang lebih mendekatkan diri kepada Rasulullah SAW, terutama kepada Allah SWT.

Bacaan Shalawat yang disyariatkan

Shalawat Nabi memang banyak macamnya, diantaranya adalah Shalawat yang disyari’atkan. Shalawat ini ialah shalawat yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada para sahabatnya. Diantara bentuk shalawat yang diajarkan oleh Rasulullah SAW yang artinya :





 Ya Allah. Berilah (yakni, tambahkanlah) shalawat (sanjungan) kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia. Ya Allah. Berilah berkah (tambahan kebaikan) kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia. “ (HR. Bukhari, Muslim, dan lainnya. Lihat Shifat Shalat Nabi, hlm. 165-166, Karya Al-Albani, Maktabah Al-Ma’arif).

Shalawat tersebut, sering kita baca pada tahiyat saat shalat.

Adapun bunyi shalawat Nahdlatain, baca seperti gambar

Thursday, September 14, 2017

Lawe dan Kiprah Tenun Pringgesela Ala Tamu dari Jogja

Tenun Pringgesela yang baru saja dan hampir saja memecahkan Rekor MURI melalui kegiatan pemuda setempat melalui Alunan Budaya Desa 3 mendapatkan kesan yang luar biasa dari Adinindyah. Expert dari Lawe itu mengemukakan bahwa semangat masyarakat setempat terkait tenun diapresiasinya.

Baca Informasi Terkait

Terimakasih Kelompok Tenun untuk Konsorsium

Kepoin Pelatihan Ragam Produk Tenun di Pringgesela

Kiprah Tenun Pringgesela Ala Tamu dari Jogja

Pesan Lawe untuk Perempuan Penenun


Wawancara bersamanya, khusus terkait Kelompok Nine Penenun dan sinergi antara pemuda desa Pringgesela yang mewadahi promosi menjadi nilai tersendiri untuk tenun Pringgesela di masa depan. Faktor itulah yang mungkin menjadi vitamin semangat untuknya (Adinindyah - Lawe) Gema Alam NTB, dan RMI melalui pendanaan dari MCA aktif membina salahsatu bagian dari pelestarian budaya tenun (KNP) di desa setempat (Pringgesala).

Ya. Kiprah Tenun Pringgesela yang merupakan salah satu dari jenis kekayaan budaya sudah banyak memberikan manfaat, salah satunya adalah munculnya pembelajaran terkait bagaimana mendorong kelompok untuk belajar terus menerus, bagaimana agar jangan menutup diri dari pengembangan, bagaimana memenejemen produk pasar, pengetahuan dan sebagainya.

Singkatnya keberadaan tenun Pringgesela diantaranya sudah menghasilkan sebuah forum pertukaran pengetahuan yang sangat bermanfaat terkait ragam potensinya.

Terkait Lawe (dari berbagai sumber) memabangun Gagasan untuk menciptakan produk lebih terfokus pada 'apa yang bisa membuat para pengrajin bekerja', tidak semata-mata mendukung kebutuhan pasar, sebuah proses menjembatani antara pengrajin ke pasar. “Di Lawe, kita membangun orang. Bisnis dan produk kami adalah sarana untuk memungkinkan mata pencaharian yang lebih baik bagi mereka yang terlibat,” kata Adinindyah sebagaimana yang dikutip dari Republika.

Menurutnya, kekayaan tenun Indonesia masih bisa dikembangkan lebih lagi demi menarik minat konsumen. Atas dasar itulah, ia berinisiatif mendirikan Perhimpunan Lawe sejak akhir 2014 dengan harapan adanya inovasi anyar dari kualitas tenun Tanah Air.

Lawe membentuk kain dari sederhana hingga berwarna dan bertransformasi dalam bentuk sepatu, tas, bahkan pakaian yang unik dan etnik. Stagen tidak lagi melulu untuk dipasang di perut perempuan sehabis melahirkan. Hal ini dikembangkan oleh Dreamdellion dan Lawe guna memastikan hasil tenun stagen berwarna (rainbow stagen) menjadi alternatif ekonomi yang baik bagi warga setempat daripada mereka melakukan penambangan pasir Kali Progo.

Namun, usaha dan perjuangannya dalam pengembangan kain tenun sebenarnya tak bermula dari 1,5 tahun lalu. Jauh sebelum itu, ketika masih hobi mengunjungi setiap pelosok, ia melihat sendiri beragamnya kain Indonesia. Hal ini membuat matanya terbelalak akan potensi tenun nasional yang belum tergarap dengan maksimal.

Dengan modal awal sekitar Rp 3 juta, dana patungan bersama teman-temannya, pada 2004, ia mendirikan Lawe. Mayoritas modal awal dialokasikan untuk membeli kain. "Dari situ, kita mulai eksperimen untuk produknya, eksplorasi pewarnaan motif, kalau pengembangan produknya, kita bekerja sama dengan kelompok perajin penjahit," katanya.

Kualitas tenun di Lawe ia dorong untuk lebih berani bermain warna, dinamis, dan juga mengangkat potensi lokal suatu daerah. Produk pun dikembangkan tak hanya menjadi secarik kain, tapi juga beragam bentuk, seperti tas, bantal, kantong, hingga home decor. Meski berasal dari Yogyakarta, Adinindyah berusaha mengembangkan kain tenun dari Sumba Timur, Lampung, dan Pontianak.

Ketika mereka mulai mengembangkan produk tak hanya kain, konsumen pun banyak yang tertarik. Apalagi, ketika itu Lawe membuat produk berbeda yang lebih modern dan simpel. Namun, ketika mengetahui harganya, kebanyakan orang mulai menimbang ulang untuk membeli.

"Karena, untuk beli tenun saja sudah tinggi, apalagi setelah diolah jadi produk," ujar dia. Hal itu ia katakan menjadi tantangan tersendiri bagi Lawe.

Pada 2005, Lawe mulai memberanikan diri membawa produknya masuk ke pasar nasional. Namun, tidak sesuai yang dibayangkan lantaran sempat tersendat. Meski sempat pesimistis, ia mengaku tidak patah arang dan kembali memasarkan pada 2007 dengan mempresentasikan sendiri produknya.

"Ternyata, setelah kita presentasikan sendiri, bagus hasil dan responsnya, story behind the product bantu sekali," kata dia. Ia menyebut, justru para ekspatriat yang mengapresiasi hasil tenunnya. Oleh karena itu, Lawe sangat terbantu dengan promosi cuma-cuma yang dilakukan para ekspatriat.

Sempat merasakan jatuh bangun sejak awal berdiri, baru pada 2010 Lawe sudah bergerak lebih stabil di mana produk yang dihasilkan sudah berhasil diterima konsumen tak hanya di Indonesia, tetapi juga pasar internasional.

Bicara strategi pemasaran, Lawe sangat sederhana dengan menguatkan family base dan juga kerabat terdekat. Meski mengenalkan produknya lewat dunia media sosial, Lawe tetap menekankan pada penjualan secara langsung.

Ia beralasan, Lawe tidak hanya menjual produk, tetapi juga membangun kedekatan personal dengan para pembelinya. Pembeli bahkan tertarik dan mengajak kerja sama untuk mengadakan program, seperti penyuluhan pembuatan kerajinan tangan di daerah asal pembeli.

Pasar nasional, Lawe memfokuskan diri di Jakarta, Yogyakarta, dan beberapa titik di Bali. Sedangkan, untuk pasar internasional, produk Lawe sudah melanglang buana hingga ke Jepang, Belgia, Australia, hingga Amerika Serikat.

Mengenai keberhasilan menembus pasar dunia, ia mengaku mendapat dukungan dari jaringan antarteman sehingga sangat terbantu. Meski begitu, Lawe sangat selektif dalam memasarkan produknya ke luar dan memperhitungan dengan masak.

Ada cerita menarik saat mengikuti pameran di Vietnam. Ia mengaku mendapat tawaran yang sangat menggiurkan dari sebuah perusahaan ritel asal Jepang. Perusahaan yang memiliki 11 ribu gerai tersebut meminta Lawe memasok produknya di setiap gerai yang ada. Keterbatasan SDM membuat Lawe belum bisa menerima tawaran tersebut.

Baca Juga

Makalah Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup Oleh Masyarakat dan Pemerintah   

Melestarikan dan Mencegah Kerusakan Lingkungan Hidup   

Kerusakan dan Pelestarian Lingkungan Hidup - BAHAN MAKALAH   

Lingkungan Hidup dan Permasalahannya

Pengertian Lingkungan Hidup Secara Umum

Dasar Hukum Pelestarian Lingkungan


Saat ini, Lawe sudah memiliki 20 outlet yang tersebar di Jakarta, Yogya, dan Bali di mana sebagian besar merupakan kerja sama dengan menitipkan produk Lawe. Omzetnya sendiri per tahun mencapai Rp 2 miliar untuk penjualan lokal dan internasional. Hasil keuntungan, ia katakan, dialokasikan untuk gaji dan juga membeli bahan untuk operasional sebagai stok bahan baku.

Personel yang ada di Lawe saat ini berjumlah 17 orang dengan terbagi di sejumlah divisi. Antara lain, divisi produksi, pemasaran, administrasi, serta dua orang penjahit in house. "Kalau penjahit di rumah masing-masing ada 25 orang," ujar dia.

Ia menerangkan, konsep awal dari Lawe sendiri merupakan community social enterprise di mana keuntungan yang didapat digunakan untuk kepentingan bersama dan juga untuk program pemberdayaan manusia. "Kita sistemnya tim, tim inti di workshop ada 17 orang, kemudian kalau untuk teman bermitra seperti penenun kita kerja sama dengan juga para penjahit," ungkapnya, beberapa waktu lalu. Rata-rata penjahit di Lawe, ia katakan, ibu-ibu yang mengerjakan pesanan di rumah masing-masing. Dengan begitu, para ibu penjahit dapat memiliki waktu lebih banyak bersama keluarganya.

Harapan besar juga ia gantungkan kepada pemerintah. Ia meminta pemerintah membantu usaha berbasis kerajinan tangan seperti ini bisa dengan pengurangan pajak dan juga sarana promosinya. Dengan begitu, ia meyakini keberadaan industri lokal seperti ini akan mampu berkembang lebih pesat yang pada akhirnya mendukung tumbuhnya perekonomian nasional.  

Sumber.
www. republika.co.id
www. gemaalamntb.org.
www.laweindonesia.com

Semoga Bermanfaat.

Sunday, September 10, 2017

Belajar dari Gema Alam NTB & Gapura terkait Ekowisata dalam Sosialisasi Perencanaan

Rilis Gema Alam NTB. Gema Alam NTB adalah singkatan dari Gerakan Masyarakat Cinta Alam NTB. Sedangkan Gapura merupakan Akronim dari dari Gerakan Pemuda untuk Perubahan Beriri Jarak. Gema Alam NTB cukup populer, programnya sebagiannya bisa dilihat di www.gemaalamntb.org.

Adalah Gapura merupakan Komunitas yang di Desa Beriri Jarak. Komunitas ini bergerak membangun kiprah pengabdian bersama Gema Alam NTB. Terkait Kegiatan sosialisasi perencanaan yang menjadi tema utama catatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 18 Februari 2017 di aula kantor desa Beririjarak.Sekaligus semoga bermanfaat sebagai pelajaran untuk ragam kegiatan.

Hadir pada kesempatan tersebut, peserta berjumlah 38 orang yang terdiri dari 23 laki-laki dan 15 perempuan yang terdiri dari CO, komunitas pemerintah desa, BPD, LKMD dan pemerintah kecamatan dan lembaga BUMDES.

Tujuan dari sosialisasi perencanaan tersebut adalah untuk memberikan informasi kepada stake holder di desa tentang perencanaan program yang sudah disusun oleh komunitas.  Kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan perayaan ulang tahun Gapura.

Harapan dari sosialisasi ini adalah bagaimana agar stakeholder di desa dapat memberikan dukungan kepada komunitas dalam pengelolaan sumber daya alam dalam bentuk pemanfaatan ekowisata.

Kegiatan sosialisasi perencanaan dilakukan dengan mempresentasikan perencanaan yang sudah disusun oleh komunitas. Presentasi tersebut diserahkan kepada satu laki – laki atas nama Saelal Arimi dan satu perempuan atas nama Nani Mulyana.

Nani Mulyana mempresetasikan tentang potensi – potensi yang dimiliki oleh desa Beririjarak baik itu potensi SDA-nya maupun potensi SDM-nya. Sedangkan Saelal Arimi memaparkan pada program yang akan dilakukan lebih kepada ekowisata dalam hal ini oleh pokdarwis.


Prinsip Ekowisata di Desa Beriri Jarak

Prinsip –prinsip ekowisata di Desa Beririjarak mengemuka dalam acara sosialisasi perencanaan yang didampingi Gema Alam NTB dalam agenda terkait. Dalam acara tersebut disimpulkan dari presentasi perwakilan laki-laki dan perempuan desa setempat.

Disampaikannya, Ekowisata memiliki Prinsip konservasi, yang terdiri dari Konservasi alam dan Konservasi budaya. Masing-masing dari keduanya yaitu alam dan budaya memiliki prinsip partisipasi masyarakat, Prinsip ekonomi (berkelanjutan), Prinsip edukasi dan Prinsip wisata (sapta pesona).

Capaian – capaian Kegiatan yang sudah dilaksanakan dalam pengembangan ekowisata desa Beriri Jarak dari sisi  identifikasi potensi dan spot ekowisata yang terdiri dari potensi wisata alam diataranya potensi gawar gong, pertanian, air, sungai. Potensi wisata sosial budaya, wisata kuliner dan keterampilan serta wisata religi.

Selain itu identifikasi potensi dan spot ekowisata juga untuk penataan kawasan otak kebon.  Perwakilan komunitas juga memaparkan soal kegiatan – kegiatan pendukung seperti pelatihan untuk pengelolaan ekowisata, kuliner, pengelolaan homestay, dan guide.

Hingga dari kegiatan komunitas itu, mereka berharap akan dukungan dan kerjasama semua pihak, peran serta masyarakat dalam membangun desa serta mobilisasi dari pemdes berupa kebijakan terkait penguatan aturan dan kebijakan anggaran.

Setelah selesai melakukan presentasi, acara dilanjutkan dengan tanya jawab bersama semua peserta yang hadir dengan harapan dapat memberikan masukan kepada komunitas terkait dengan program yang akan dilaksanakan. (ari/mz)

Extra Ads